Analisis Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Kecamatan Walea Besar Tahun 2024
Kata Kunci:
kecelakaan kerja, pekerja bongkar muat, keselamatan dan kesehatan kerja, kelelahan kerja, pelabuhan.Abstrak
Kecelakaan kerja masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam keselamatan dan kesehatan kerja, terutama pada pekerja bongkar muat yang memiliki risiko tinggi akibat paparan berbagai bahaya fisik, ergonomi, dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bongkar muat di Pelabuhan Desa Pasokan, Kecamatan Walea Besar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bongkar muat yang berjumlah 35 orang dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden memiliki pengetahuan K3 yang baik, sedangkan 65,7% responden mengalami kelelahan kerja. Sebanyak 51,4% pekerja pernah mengalami kecelakaan kerja. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan K3 dengan kejadian kecelakaan kerja (p-value < 0,05) serta adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p-value < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan kondisi fisik pekerja berperan dalam terjadinya kecelakaan kerja pada aktivitas bongkar muat. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan K3, pengawasan keselamatan kerja, pengelolaan kelelahan, dan kepatuhan terhadap prosedur kerja aman perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan.




