IMPLEMENTASI PILAR STBM UNTUK MENINGKATKAN PHBS DAN MENURUNKAN ANGKA BABS DI KECAMATAN BULAWA KAB. BONE BOLANGO
Abstract
Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu Implementasi pilar STBM untuk meningkatkan PHBS dan menurunkan angka BABS di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango, yang terdiri dari 5 pilar melalui upaya edukasi dan intervensi fisik. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahap yaitu tahap persiapan: melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, dan tahap pelaksanaan: melakukan sosialisasi, pembuatan dan distribusi alat cuci tangan dan tempat sampah di bengkel kerja Sanitasi Lingkungan Poltekkes Gorontalo, dan pemilihan lokasi pembangunan jamban di Desa Kaidundu Barat dan Desa Pinomontiga. Hasil: Pilar 1 (Stop BABS): 3 desa telah mencapai status ODF (Open Defecation Free) setelah program pembangunan Jamban yang memenuhi syarat. Pilar 2 (Cuci Tangan Pakai Sabun/CTPS): Terjadi peningkatan praktik CTPS menjadi 70% dari 40% sebelum program. Pilar 3-5 (Pengelolaan Air Minum dan makanan RT yang aman, Pengelolaan Sampah RT yang benar, Pengelolaan Limbah Cair RT yang aman): Terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dengan adanya perubahan perilaku masyarakat terhadap pilar 3-5 tersebut. Saran: perlunya kolaborasi lintas sektor dan kapasitas lokal serta menerapkan strategi komunikasi yang efektif untuk mengatasi hambatan budaya, memotivasi perubahan perilaku, dan memastikan keberlanjutan program.
References
[2] B. P. S. (BPS), “Persentase rumah tangga menurut provinsi memiliki akses terhadap sanitasi layak.” 2024, [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODQ3IzI=/persentase-rumah-tangga-menurut-provinsi-dan-memiliki-akses-terhadap-sanitasi-layak.html.
[3] E. Ginsel, Nirwana, W. Anasari, and I. Handriani, “Evaluasi Implementasi Pilar STBM dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Lingkungan,” J. Kesehat. Masy. Avicenna, vol. 4, no. 1, pp. 55–63, 2023.
[4] F. Lihawa, “Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD Kabupaten Bone Bolango 2021–2026,” 2021. [Online]. Available: https://repository.ung.ac.id/get/karyailmiah/8540/Fitryane-Lihawa-Laporan-Penelitian-Kajian-Lingkungan-Hidup-Strategis-KLHS-RPJMD-Kabupaten-Bone-Bolango-Tahun-2021-2026.pdf.
[5] Syahrizal, “Pengaruh penerapan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah The effect of the implementation of the Community-Based Total Sanitation ( STBM ) program on the incidence of diarrhea in,” J. SAGO, vol. 4, no. 2, 2023.
[6] M. Afdholy and M. Wahid, “Penerapan STBM di wilayah pesisir Kabupaten Konawe Utara,” J. Kesehat. Masy. Avicenna, vol. 2, no. 1, pp. 45–54, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.itk-avicenna.ac.id/index.php/jkma/article/view/66.
[7] A. Putri and L. Fitria, “Capaian program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kota Depok,” J. Public Heal. Res. Community Heal. Dev., vol. 7, no. 2, pp. 101–112, 2023, [Online]. Available: https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jrph/article/view/37114.
[8] R. Sari and F. Yunita, “Efektivitas pemicuan STBM dalam perubahan perilaku masyarakat,” J. Abdidas, vol. 4, no. 3, pp. 511–519, 2023, [Online]. Available: https://abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/852.
[9] N. Lestari and E. Wibowo, “Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku STBM di Kecamatan Rawa Pitu,” J. Ilmu Kesehat. Mitra Indones., vol. 7, no. 1, pp. 112–120, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.umitra.ac.id/index.php/jikmi/article/download/1736/1508.
[10] S. Rahmadani and N. Juita, “Evaluasi pelaksanaan STBM di Kabupaten Indragiri Hilir,” Voices of Community, vol. 3, no. 1, pp. 22–31, 2024, [Online]. Available: https://journals2.ums.ac.id/voc/article/view/10341.
[11] M. Hutagalung and S. Nasution, “Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Sumatera Utara,” Public Heal. J., vol. 5, no. 2, pp. 77–84, 2022, [Online]. Available: https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/PubHealth/article/view/34.
[12] D. Amelia and R. Hidayat, “Analisis hubungan STBM dan kejadian stunting di Desa Sukamulya Kabupaten Bandung,” J. Diagnostik Kesehat., vol. 10, no. 1, pp. 15–22, 2023, [Online]. Available: https://jdk.ulm.ac.id/index.php/jdk/article/view/224.
[13] I. Marpaung and N. Suryani, “Dampak pendampingan STBM terhadap penggunaan jamban sehat di Jakarta,” J. Med. Publ., vol. 6, no. 4, pp. 201–210, 2022, [Online]. Available: https://journal.mediapublikasi.id/index.php/amma/article/view/2934.
[14] A. Hadi and Y. Putra, “Pemberdayaan masyarakat dalam implementasi STBM melalui gotong royong dan pelatihan kader,” J. Pengabdi. Nusant., vol. 2, no. 2, pp. 55–63, 2022.
[15] R. Sulastri and K. Mahmud, “Tantangan keberlanjutan STBM pada pilar sampah dan limbah cair,” J. Sanitasi dan Kesehat. Lingkung., vol. 5, no. 1, pp. 33–40, 2024.



