DETEKSI FORMALIN PADA TAHU YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA GORONTALO MENGGUNAKAN EKSTRAK UBI JALAR UNGU
DOI:
https://doi.org/10.47918/jhts.v4i1.1020Kata Kunci:
Tahu, Ekstrak Ubi Jalar Ungu, Antosianin.Abstrak
Formalin merupakan bahan kimia yang penggunannya dilarang untuk produk makanan. Formalin dengan nama dagangannya yaitu formaldehyde dalam air dengan kadar 30-40%. Kontaminasi formaldehida dalam bahan makanan sangat membahayakan tubuh. Formaldehida dapat menyebabkan kanker saluran pernapasan dan meningkatkan resiko leukimia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya kandungan formalin pada tahu menggunakan ekstrak ubi jalar ungu yang dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi. Bahan alami yang mengandung antosianin dapat dijadikan sebagai alternatif pengujian formalin.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan ekstrak ubi jalar ungu sebagai indikator pemeriksaan karena mengandung antosianin yang mampu mendeteksi adanya kandungan formalin dalam tahu dengan reaksi perubahan warna. antosianin yang bersifat amfoter yang mempunyai kemampuan untuk bereaksi baik dengan pH yang asam maupun basa, jika dalam media yang bersifat asam antosianin akan berwarna merah. Formalin bersifat asam, sehingga apabila antosianin bertemu dengan formalin akan menghasilkan perubahan warna merah yang semakin pekat. Sedangkan apabila pigmen antosianin tidak berubah warna menjadi merah atau tetap pada warna asalnya maka tidak mengandung formalin. Antosianin akan berubah warna seiring dengan perubahan nilai pH
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 sampel tahu yang diuji dinyatakan negatif ditandai dengan tidak terjadinya reaksi perubahan warna menjadi biru kemerahan.


