PENDIDIKAN ISLAM DAN TRANSFORMASI KESEHATAN HOLISTIK: KOLABORASI KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN SPIRITUALITAS
DOI:
https://doi.org/10.47918/e3825m84Keywords:
Ilmu Kedokteran, Kesehatan Holistik, Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Islam, Spiritualitas.Abstract
Kesehatan merupakan aspek penting yang mencakup dimensi fisik, mental, sosial, dan spiritual. Namun, pendekatan kesehatan modern masih cenderung berfokus pada aspek biologis sehingga integrasi dimensi spiritual belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesehatan holistik dalam perspektif Islam, mengkaji peran ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat, serta menjelaskan peran pendidikan Islam dalam mengintegrasikan ketiga aspek tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari literatur yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 melalui Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, serta buku dan dokumen ilmiah yang relevan. Sebanyak 15 literatur utama dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dalam Islam merupakan konsep holistik yang mengintegrasikan dimensi fisik, mental, sosial, dan spiritual. Kolaborasi ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang komprehensif, sedangkan pendidikan Islam berperan sebagai media transformasi dalam membentuk perilaku hidup sehat melalui integrasi nilai-nilai spiritual, ilmu kedokteran, dan kesehatan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis kesehatan holistik.
Downloads
References
[1] M. T. Anggraini and G. Gunadi, “Biopsychosocial Factors Affecting the Quality of Life of Hemodialysis Patients,” Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 18, no. 2, pp. 64–72, 2023, doi: 10.14710/jpki.18.2.
[2] R. Redemptus, P. Weraman, and A. U. Roga, “Holistic Therapy to Improve Quality of Life in Chronic Disease Patients,” Jurnal PROMKES: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, vol. 11, no. 1SI, pp. 108–112, 2023, doi: 10.20473/jpk.V11.I1SI.2023.108-112.
[3] E. A. do Carmo, J. R. M. Sirait, and K. Wisnusakti, “Pendekatan holistik dalam keperawatan jiwa masyarakat: Systematic literature review,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 13, no. 3, pp. 636–651, 2025, doi: 10.26714/jkj.13.3.2025.636-651
[4] F. S. Nugraheni and M. Hayati, “Integrasi Perspektif Islam tentang Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kajian Konseptual,” Jurnal Keilmuan dan Keislaman, vol. 4, no. 3, pp. 451–466, 2025, doi: 10.23917/jkk.v4i3.740.
[5] Z. Zulkifli, S. Syafruddin, and R. Rehani, “Dimensi Jasmani dan Rohani dalam Perspektif Al-Qur'an: Membangun Konsep Manusia Qur'ani,” Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat, vol. 7, no. 2, pp. 175–185, 2024, doi: 10.31869/jkpu.v7i2.6085.
[6] N. Hasana, “Pembentukan karakter melalui pendidikan agama Islam,” Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), vol. 2, no. 1, pp. 65–72, 2024, doi: 10.61930/pjpi.v2i1.578
[7] J. Juharyanto, R. S. M. Fuad, R. Rochmawati, I. Lesmana, and A. K. F. Shobiry, “Escalating the spirituality values integration into school curriculum and holistic implementation: Strong leadership supports,” Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, vol. 8, no. 4, pp. 1487–1501, 2024, doi: 10.33650/al-tanzim.v8i4.9126.
[8] Z. Hasan, M. A. A. Nasution, A. Asfahani, M. Muhammadong, and S. Syafruddin, “Menggagas pendidikan Islam holistik melalui integrasi ilmu pengetahuan dan spiritualitas,” Global Education Journal, vol. 2, no. 1, pp. 81–89, Mar. 2024, doi: 10.59525/gej.v2i1.321.
[9] A. Hasna, “Konsep kesehatan holistik dalam Islam,” Jurnal Ijtihad, vol. 1, no. 2, pp. 138–144, 2024.
[10] E. Latipah, A. Suhartini, and N. Ahmad EQ, “The Concept of the Human Body in the Holy Al-Qur'an and Its Implications Against Islamic Education,” JHSS (Journal of Humanities and Social Studies), vol. 5, no. 2, pp. 173–178, 2021, doi: 10.33751/jhss.v5i2.3904.
[11] S. Mumtahanah and A. K. Khisoli, “Humanizing Patients with a Holistic Care Approach to Improve Their Psycho-Social-Spiritual Conditions,” Journal of Islamic Communication and Counseling, vol. 2, no. 1, pp. 34–45, 2023, doi: 10.18196/jicc.v2i1.23.
[12] Y. H. Pratama, A. R. Anargya, and A. S. Rosidah, “Kesehatan Mental Dalam Islam,” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran, vol. 2, no. 2, pp. 192–197, 2023, doi: 10.55606/jurrike.v2i2.2026.
[13] P. Asda and N. Y. Syarifah, “Pelayanan Keperawatan Secara Holistik Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap,” Gema Kesehatan, vol. 15, no. 1, pp. 1–8, 2023, doi: 10.47539/gk.v15i1.330.
[14] M. M. Roslan and A. Osman Zainuri, “Teori Hifz Al-Nafs Dalam Maqasid Syariah: Analisis Pendalilan (The Theory of Hifz Al-Nafs in Maqasid Syariah: Argumentation Analysis),” Journal of Muwafaqat, vol. 6, no. 1, pp. 1–13, 2023.
[15] I. N. B. Sari, A. Pahrudin, A. Jatmiko, and Koderi, “Desain Kurikulum PAI Berbasis Karakter: Integrasi Pengetahuan, Etika, dan Spiritualitas,” Journal of Education Research, vol. 5, no. 4, pp. 6597–6604, 2024, doi: 10.37985/jer.v5i4.1824.




