bahasa inggris

  • Putri Rahmawati Yusuf Universitas Bina Mandiri Gorontalo
  • Rusdin Universitas Bina Mandiri gorontalo
  • srimuliani arbie Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Abstrak

This research aimed to give an overview of the examination results of the serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) levels of the participants of Indonesian Chronic Disease Management Program (PROLANIS) who suffered from hypertension at Kabila Health Center, District of Bone Bolango, Gorantalo.

This research used a quantitative approach with a descriptive type of research. The research design used a cross sectional research design. The type of data used were primary data in the form of SGOT examination results on PROLANIS participants conducted at the Gorontalo Regional Health Laboratory and secondary data in the form of interviews using questionnaires obtained directly at the research location. The sampling technique used in this study was purposive sampling with a total sample of 23 participants of PROLANIS.

The results showed that all samples of PROLANIS participants with hypertension at the Kabila Health Center in 2021 had normal or no increase in serum glutamic oxaloacetic transaminase levels.

Referensi

[1] Ahmad R , danBanundari R. 2017. Perbedaankadar SGOT dan SGPT antara subjek dengan dan tanpa diabetes mellitus. Karya tulis ilmiah program studi D-III analis kesehatan.
[2] Arga W. S., Rafiah M. P., dan Putri P. 2019. Pemanfaatan prolanis di fasilitas kesehatan tingkat pertama wilayah Kota Depok. jurnal media kesehatan masyarakatvol 18. No.4/desember 2019.
[3] Anis K, 2019. Asuhan keperawatan pada pasien hipertensi di ruang Angsoka RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Karya tulis ilmiah Politeknik kesehatan Kementrian kesehatan Kaltim jurusan keperawatan prodi D-III keperawatan Samarinda 2019.
[4] Anita M, LaksonoT,Retna S, dan Padmawati. 2019. Implementasi program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) pada penyakit hipertensi di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Jurnal kebijakan kesehatan Indonesia : JKKI vol. 8 No.2/juni 2019.
[4] Arieska A. S, Erwinanto, danSari S.M. 2015. Pedoman tata laksana hipertensi pada penyakit kardio vaskular
[5] Bianti N, 2015. Risk factors of hypertension. faculty of medicine, University of Lampung. Journal majority vol. 4 No.5/februari 2015.
[6] Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. 2018. Data cakupan program hipertensi Provinsi Gorontalo tahun 2018.
[7] Devi T. S, 2017. Hubungan indeks makan sehat dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di wilayah puskesmas dadapayam kecamatan suruh kabupaten Semarang. Karya tulis ilmiah Universitas Muhamadiyah Surakarta prodi ilmu keperawatan.
[8] Dharma S, 2017. Diktat praktikum kimia klinik. Erba Manheim.
[9] Gilang. 2017. Panduan pemeriksaan laboratorium hematologi dasar. penebar plus. I Jakarta.
[10] Gandasoebrata R. 2013. Penuntun laboratorium klinis. Edisi 15. dianrakyat. Jakarta.
[11] Janu P, Rita S, Ati R., danApri B. 2020. Polakonsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia salt consumption Pattern with hypertension in elderly. Jurnal wacana kesehatan vol.5 No.1/juli 2020. Akademi keperawatan Dharma Wacana Metro.
[12] Kementrian Kesehatan RI, 2013. Buku pedoman teknis penemuan dan tata laksana hipertensi. Edisirevisi 2013. Jakarta.
[13] Kementrian Kesehatan RI, 2016. Pedoman hipertensi. edisirevisi 2013. Jakarta.
[14] Kurniasih, dan Henny. 2017. Perbedaan hasil pemeriksaan glukosa, sgot, dansgpt, pada sampel serum dan plasma edta. Karya tulis ilmiah program studi D-IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi. Surakarta.
[15] Liesekedan Elizabeth, A. Z. 2017. Buku ajar laboratorium klinis. Edisi Bahasa Indonesia. EGC. Jakarta

[16] Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi peneitian kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta
[17] Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi peneitian kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta
[18] Pradana T. 2012. Tata laksana hipertensi, Departemen kardiologi, RS Premier Jatinegara dan RS Grha Kedoya, Jakarta, Indoanesia. Jurnal kesehatan CDK-192/ vol.39 No.4 th. 2012.
[19] Puskesmas Kabila. 2021. Data cakupan program hipertensiperiodeapril-junitahun 2021.
[20] Riskesdas, 2018. Riset kesehatan dasar. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan Kementerian kesehatan RI, Jakarta.
[21] Rizman N, Sri Sulastri, dan Sulvana H. 2019. Gambaran hasil pemeriksaan kadar kolesterol pada penderita hipertensi di RSUD Syekh Yusuf KabupatenGowa. jurnal media laboran, vol.9 No.2/november 2019.
[22] Setiawati N. P. D., Artini N. P. R., danAryasa I. W. T. 2021. Pengaruh lama bekerja terhadap kadar SGOT dan SGPT pada petugafogging di Kota Denpasar. Jurnal biologi vol.12 No.1/maret 2021
[23] SugiritamaI. W.,WiryawanI. G. N. S., Ratnayanthi I. G. A. D., ArijanaG. K. K, Linawati N. M., danWahyuniariI. A. I. 2020. Pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, gula darah sewaktu, dan kolesterol total pada masyarakat Desa Demulihusia dewasa dan tua. Jurnal kesehatan vol.19 No.4/oktober 2020.
[24] Sugiyono. 2012. Statistika untuk penelitian. Edisi 12.Alfabeta : Jakarta
[25] Sugiyono. 2014. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, danr&d. alfabeta. Bandung
[26] Sugiyono. 2017. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. alfabeta, CV. Bandung
[27]Syahrum dan Salim, 2014. Metodologi penelitian kuantitatif. Bandung : Cipta Pustaka
[28] World Health Organization (WHO), 2015. Pravalensi data catatan badan kesehatan dunia
[29] Wahyu P. G., danAriastuti N. L. P. 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan hipertensi pada lansia binaan puskesmas Klungkung 1. Jurnal kedokteran, laboratorium ilmu ledokterankomunitas-ilmu kedokteran pencegahan, fakultas kedokteran. UniversitasUdayana
Diterbitkan
2022-12-27